Penyakit ‘Ain pada Anak, Apa Pula Itu?

Sesungguhnya penyembuhan dengan dzikir dan pengobatan cara Nabi merupakan pilar utama dan kuat untuk kesembuhan dan pemeliharaan kesehatan anak dan juga bagi kekuatan daya tahan tubuhnya.

Ibnu Abbas telah menceritakan bahwa dahulu Nabi SAW membacakan ta’awwudz buat al Hasan dan al Husain, lalu bersabda,” Sesungguhnya dahulu bapak moyang kalian berdua melindungi Ismail dan Ishaq dengan bacaan berikut:

“A’udzu bikalimaatillahittaammati min kulli syaithoonin wahaammatin, wa man kulli ‘ainin laammatin.”

Artinya: Aku berlidung kepada Allah dengan menyebut kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari setiap gangguan setan dan hewan berbisa serta dari setiap pandangan mata yang dengki.[1]

Urwah bin Az-Zubair menuturkan bahwa Nabi SAW masuk ke rumah Ummu Salamah. Saat itu ada anak yang sedang menangis. Rasulullah SAW bersabda,”Mengapa kalian tidak meruqyahnya dari penyakit ‘ain?” [2]. Yakni mengapa tidak kalian cari orang yang dapat meruqyahnya dari kedengkian oranglain.

Aisyah menceritakan bahwa Nabi SAW melihat anak yang sedang menangis kemudian beliau bersabda,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian ruqyah dia dari penyakit ‘ain?” [3].

Keterangan:
[1] Bukhari, Kitabu Ahaditsil Anbiya 3120
[2] At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar: XXII/517. Ia mengatakan,” Ini hadits mursal pada semua rawi dari Malik didalam Al-Muwatha dan ini merupakan hadits shahih dari sisi maknanya dari jalur-jalur yang shahih.”
[3] Hadits Hasan dalam shahih Al-Jami’ (5662)

Sumber: Syaikh Jamal Abdurrahman. Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi. Solo: PT Aqwam Media Profetika

Disalin dari : http://www.rumahkeluargaindonesia.com/penyakit-ain-pada-anak-apa-pula-itu-13976/

Advertisements