Mengajarkan Anak Bertutur Kata Baik

Tanda seseorang itu beradab adalah dengan bertutur kata yang baik dan halus. Orang yang bertutur kata halus menunjukan bahwa ia berbudi dan tahu kesopanan serta berjiwa halus. Terhadap orang tua, sudah seharusnya seorang anak mampu untuk bertutur kata yang baik dan halus.

Anak yang dapat melaksanakan kewajibannya terhadap orang tua dan memelihara hak-haknya adalah anak yang shalih. Sudah seharusnya sebagai anak, kita mampu bersikap baik dan bertutur kata yang baik terhadap orang tua kita.

Islam mengehendaki agar setiap orang memiliki kehalusan budi dan jiwa yang halus. Rasulullah telah bersabda,
“Berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la)

Berakhlak yang baik di sini adalah mencakup bertutur kata yang baik dan halus. Sebab salah satu tolok ukur ketinggian akhlak dalam pergaulan adalah tutur kata yang halus. Karena orang tua berperasaan dan sangat halus dan sanagt peka terhadap pergaulan anak-anaknya. Maka anak-anak tidak boleh menggunakan bahasa atau tutur kata yang mencerminkan kurang hormat kepadanya.

Sikap anak yang baik sudah seharusnya dididik sejak dini. Tak harus menunggu anak itu dewasa. Karena pada hakikatnya anak akan lebih menerima pendidikan ketika diajarkan sejak dini. Orang tua sudah seharusnya memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya terutama dalam bertutur kata yang baik.

Ketika pendidikan dari keluarga sudah baik, maka ketika anak bergaul di luar maka ia akan mampu bersikap baik. Hanya saja selaku orang tua, sudah seharusnya selalu memantau pergaulan anak agar tidak terlewat batas. Terlebih mengenai bertutur kata yang baik, ajarilah anak untuk berteman dengan orang-orang yang senantiasa bertutur kata yang baik. []

Sumber : 20 Perilaku Durhaka Anak terhadap Orang Tua/Drs. M. Thalib/Irsyad Baitus Salam

Disalin dari : http://www.rumahkeluargaindonesia.com/mengajarkan-anak-bertutur-kata-baik-13975/

Advertisements