Menjaga Fitrah Keluarga

Bismillah…

  1. Karunia yang agung, sekaligus amanah yang besar dari Allah SWT yaitu menciptakan manusia dengan fitrah keimanan yang akan menjadi modal untuk mengantarkan manusia menjadi pribadi yang istiqamah di atas agama yang lurus.
    (QS. Ar-Rum: 30) 
  2. Dalam rangka mensyukuri nikmat dan karunia fitrah ini kita berkewajiban untuk menjaganya dan mempertahankannya serta mengembangkannya agar menjadi potensi besar untuk melejitkan keimanan.
  3. Amanah fitrah ini ada ditangan kedua orang tua.
    Jika tidak dirawat dengan baik maka akan berbalik arah, menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi. Maka orang tualah yang bertanggung jawab besar akan kerusakan fatal yang menimpa anak yang disebabkan ketidaktahuan atau kelalaian orang tua dalam menjaga fitrah.
  4. Allah tidak hanya memerintahkan agar kita menjaga fitrah akan tetapi Allah telah membuat perangkatnya yaitu Aqidah, Ibadah, Tarbiyah Kulliyah (pendidikan menyeluruh) dan hukum.
    Jika keempat perangkat di atas ditegakkan maka fitrah keluarga benar-benar terjaga.
  5.  Penanggung jawab utama dalam menegakkan tiga perangkat pertama dalam keluarga adalah seorang ayah atau bapak. Karena fungsi bapak yang terbesar adalah Qawwam (penegak).
    (QS. An-Nisa’: 34)
    Nabi Ibrahim dalam doanya memohon kepada Allah agar diberi kemampuan untuk dapat menegakkan shalat (simbol Ibadah, Aqidah dan Tarbiyah)
    (QS. Ibrahim: 40)
    Dan secara khusus Allah memerintahkan agar kita menyuruh keluarga kita untuk menegakkan shalat.
    (QS. Thaha: 132)
  6. Seorang ayah saja tentu tidak akan mampu untuk menjaga fitrah anak, untuk itu Allah menjadikan perempuan sebagai mitra bagi laki-laki.
    Bahkan perempuan diberi kemampuan yang luar biasa dengan potensi rahim yang mereka miliki, sehingga memiliki kekuatan mengasuh anak dari sejak mengandung sampai melahirkan dan menyusui. Dan ditegaskan oleh Allah bahwa tugas utama istri adalah menjaga (yang terutama menjaga fitrah)
    (QS. An-Nisa’: 34)
    Sinergi dan kerja sama yang baik antara bapak dan ibu akan menjadi sebab keberhasilan mereka menjaga fitrah. Inilah rahasianya mengapa Allah menjadikan manusia berpasangan, lalu dikarunia Sakinah, Mawaddah dan Rahmah yang bukan semata-mata untuk kesenangan dunia, akan tetapi untuk misi ukhrawi yaitu menjaga fitrah agar terselamatkan dari api Neraka.
    (QS. At-Tahrim: 6)
  7. Banyak sosok dan potret keluarga inspiratif dari ahlul fithrah (penjaga fitrah)
    ~Nabi Ibrahim yang meninggalkan anak dan istrinya disisi rumah Allah, yang saat itu masih berupa lembah gersang yang seakan tidak ada tanda-tanda kehidupan.
    Apa obsesi beliau meletakkan keluarganya disana?
    Tidak lain agar fitrah mereka benar-benar terjaga
    (QS. Ibrahim: 37)
    Sebagaimana ka’bah itu sendiri bekerja menegakkan manusia. (Qs. Al-Maidah: 98)
    ~Keluarga Imran yang menurunkan keturunan yang grafiknya semakin meningkat, semakin kebawah semakin hebat, anak Imran yaitu Maryam menjadi wanita pilihan mengalahkan derajat ayahnya. cucunya yaitu Isa menjadi Nabi mengalahkan derajat ibu dan kakeknya.
    ~Keluarga Nabi Muhammad sebagai keluarga teladan utama sepanjang masa. Sayyidah Fatimah putri Rasulullah wanita pilihan demikian pula bunda Khadijah dan istri-istri Nabi sebagai Ummahaatul Mukmin, kedua cucunya Sayyidina Hasan dan Husain penghulu seluruh pemuda ahli syurga demikian pula Sayyidina Ali yang tumbuh dalam asuhan rumah kenabian.
  8. Ibnu Mas’ud mengatakan “Siapa orang yang ingin mengikuti jejak seseorang maka hendaknya dia mengikuti jejak orang yang telah wafat yaitu Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, karena orang yang hidup tidak aman dari fitnah“.
  9. Dalam rangka menjaga fithrah keluarga, kita harus waspada dari para perusak fitrah dari setan-setan manusia dan Jin yang menginginkan kita menyimpang dari jalan yang benar
    (QS. Ali Imran 196-197)

Intisari Kajian Rumah Keluarga Indonesia, 27 Maret 2016

ust mudhar

 

Rubrik ini merupakan intisari dari kajian Rumah Keluarga Indonesia yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar

Advertisements