Agar Rumah Tangga Berlanjut Sampai Surga

Menikah itu untuk bahagia
Keindahan pernikahan yang kita lihat itu seperti kita melihat gunung dari jauh, terlihat indah. Begitu kita datang kesana ternyata yang kita temukan adalah jurang, jalan yang terjal, kerikil, hewan buas, dll.

Dalam pandangan laki-laki, mereka akan melihat dengan rasional, jadi kejadian itu ya merupakan fitrah kehidupan, karena setiap kehidupan pasti ada tantangannya.

Dalam pandangan perempuan, mereka melihat menggunakan perasaan, jadi mereka akan melihat bahwa ternyata pernikahan itu tak seindah yang mereka bayangkan sebelumnya. Ternyata yang sesungguhnya akan terdapat rintangan-rintangan, bukan jalan yang mulus-mulus saja.

Jika pasutri tidak dapat melewati tantangan tersebut, maka akan berakhir pada perceraian.

Saat ini Indonesia menjadi negara yang memiliki tingkat perceraian paling tinggi se-Asia Pasifik. Rata-rata setiap jam terdapat 40 pasutri yang bercerai di Indonesia.

Pasutri yang rentan dengan perceraian biasanya terjadi pada umur pernikahan kurang dari 5 tahun yang biasanya disebabkan karena kegagalan komunikasi.
Kenapa orang bercerai?
1.    Masalah Ekonomi (Kemenag, 2011)
2.    Perselingkuhan (Kemenag, 2011)
3.    Ketidakharmonisan (Kemenag, 2013-2015)

Salah satu penyebab ketidakharmonisan adalah efek teknologi, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Butuh ketahanan keluarga agar tidak mudah goyah dengan perkembangan zaman.

Antara laki-laki dan perempuan sampai kapanpun tidak akan pernah sama, pasti berbeda.

MENIKAH ADALAH MANAJEMEN KETIDAKCOCOKAN.

Perceraian yang terjadi pada tahun 2014 di Makassar dan Sanggata 90% terjadi karena perselingkuhan. 30% suami yang mentalak dan 70% istri yangmenggugat cerai.

Solusinya adalah QS An Nisa: 19, yaitu:
Menciptakan kenyamanan komunikasi dan interaksi.
Menjaga rasa suka pada pasangan.

Interaksi dan komunikasi yang baik:
– Suami yang bertemu dengan istrinya dengan bermuka masam itu sudah melanggar poin 1
– Suami adalah pemimpin, jadi harus memberikan keteladanan
– Pasutri harus bisa menjaga penampilan
Nabi selalu sopan, santun, dan bijaksana terhadap istrinya
– Saat tidur:
a. Hindarkan semua gangguan dari tempat tidur (termasuk HP, dll)
b. Maafkan kesalahan pasangan
c. Berwudhu dan berdoa
d. Tidur bersama pasangan (waktu, tempat, perasaan, dan posisi)

70% persoalan rumah tangga itu karena komunikasi.

Kenapa bisa gagal komunikasi?
Hal tersebut terjadi karena faktor kultur, pemahaman, dan keterampilan.

Laki-laki dan perempuan itu beda karakter karena:
1. Beda susunan kromosom
2. Beda Hormon
3. Beda struktur otak

Laki-laki adalah makhluk ‘to the point”, sehingga sulit mengekspresikan perasaan.

Laki-laki memiliki jalur otak tunggal, bukan makhluk verbal.

Perempuan memiliki jalur otak majemuk, bicara panjang lebar, lebih pandai berkomunikasi verbal.

Laki-laki memproduksi 7.000 kata per hari, sedangkan perempuan 20.000 kata per hari.

Laki-laki kerja tunggal, perempuan multi tasking. Perempuan dapat mengerjakan 7 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang sama.

Laki-laki hebat dalam sisi visual spasial, perempuan sulit membaca peta.

Karena memang laki-laki berbeda dengan perempuan, maka jangan pernah memaksa perempuan menjadi laki-laki, dan sebaliknya.

Menjaga Rasa suka
Seiring perjalanan waktu, rasa suka pada pasangan akan memudar, bahkan hilang.

Jika pacaran sebelum menikah, maka rasa suka akan bertahan maksimal 3 ½ tahun saja.

Mengapa rasa suka bisa hilang?
1.    Fase ‘Bulan Madu’ sudah selesai, — sudah terlihat aslinya, udah gak jaim lagi
2.    Terjebak rutinitas kehidupan
3.    Membiarkan menumpuknya kekurangan
4.    Godaan pihak ke-3

Tempat curhat yang benar ada 3:
1.    Allah
2.    Pasangan
3.    Orang yang amanah/ memiliki kopetensi

Cara memelihara rasa suka:
Laki-laki itu penting diberikan tempat untuk menunjukan ekspresi kepahlawanannya.Walaupun istri itu sangat mandiri, ia tetap harus memberi ruang untuk bergantung pada suami. Jika tidak maka suami akan mengekspresikan jiwa kepahlawanannya pada wanita lain yang lemah dan membutuhkan bantuan, ia akan terbang bak superman.
Masalah dalam rumah tangga itu bagaikan gunungan pasir yang besar, tetapi jika dipegang maka sebenarnya itu hanyalah butiran-butiran yang kecil. Jadi jangan sampai menumpuk masalah.

Wallahu’alam

Cahyadi Takariawan dan ida nur laila

Artikel Disampaikan oleh Ustadz Cahyadi Takariawan dan Ustadzah Ida Nur Laila

Advertisements